Apa Hukum Mengikuti Kuis Tebak Skor?

Assalamualaikum Ustadz, mau bertanya, apa hukum mengikuti kuis tebak skor, dan mengambil hadiahnya, apakah halal?

mohon jawabannya karena suami saya sering menang.

Terima Kasih ustadz

Sahabat Kepo Asked on November 5, 2018 in Muamalah.
Add Comment
1 Answer(s)

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Pada dasarnya, Hukum asal Mu’amalah adalah mubah. Kecuali ada dalil-dalil yang menegaskan larangannya. Namun sebisa mungkin sebagai seorang muslim juga menjaga sikap kehati-hatian dalam bermuamalah agar tidak terjerumus ke dalam wilayah abu-abu.

Salah satunya adalah persoalan yang ditanyakan oleh penanya tentang pentingnya memperhatikan kehalalan harta yang kita dapatkan.

Bila kita cermati permasalahan diatas, maka kuis bisa dianalogikan sebagai suatu perlombaan. Banyak pendapat-pendapat Ulama Madzhab antara diperbolehkan atau tidaknya suatu lomba serta mengambil hadiah darinya. Ringkasnya, di dalam Islam sendiri, ada perlombaan yang disyariatkan, diperbolehkan dan dilarang.

Perlombaan yang disyariatkan adalah perlombaan yang dianjurkan Rasulullah seperti berkuda dan memanah. Perlombaan yang diperbolehkan adalah perlombaan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah seperti pernah beliau adu lari bersama siti ‘aisyah ummul mu’ minin atau ketika Rasulullah ditantang gulat oleh rukanah.
Perlombaan yang dilarang adalah jenis perlombaan yang mengandung unsur spekulatif atau penipuan (gharar).

Contoh-contoh praktek gharar adalah :

1. Semua peserta lomba mengumpulkan nilai harta tertentu, kemudian yg menang mendapatkan harta tersebut sedangkan yang kalah tidak.
2. Peserta disyaratkan membeli produk/barang dengan nilai yg dinaikkan dari harga normal agar mendapatkan kupon undian. Kelebihan harga produk/barang digunakan sebagai hadiah yang mendapatkan undian.

Maka jika dalam kuis tadi mengandung unsur gharar seperti praktek diatas, sudah jelas hukumnya adalah haram. Akan tetapi apabila tidak mengandung unsur diatas diperbolehkan. Namun sebagaimana telah disampaikan diatas. Menjaga sikap kehati-hatian dalam bermu’amalah lebih menentramkan hati dan jiwa.

Wallahu a’lam bishshowab.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz Answered on November 8, 2018.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.