Menyumbang kepada orang non-Muslim

Answered

Assalamu ‘alaikum, Ust KS,

Saya mau bertanya, apa hukumnya menyumbang atau memberi makanan kepada orang non-Muslim dan Saya tidak kenal dekat dengan mereka? Apakah lebih baik melakukannya kepada orang Muslim (teman/sahabat)? Jujur, Saya agak enggan membagi makanan atau bersedekah untuk orang yang Saya kenal (teman) atas beberapa alasan, seperti: Saya takut si kawan tidak merahasiakan pemberian (ibadah) Saya.

Terimakasih.

Sahabat Kepo Asked on April 10, 2017 in Umum.
Add Comment
2 Answer(s)
Best answer

Memberikan infak, sumbanga/bantuan merupakan tanda kesempurnaan kebaikan seseorang. Bahkan Allah sebut dalam firmannya surat Ali imran:92. “Kamu tdk akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha mengetahui.

Jadi diantara kesempurnaan islam seseorang itu, ia memberikan harta yang di cintainya.  Didalam Islam berinfak/bersedekah ada prioritasnya. An-Nawawi mengatakan, “Dianjurkan agar sedekah itu diberikan kepada orang sholeh, orang yang rajin melakukan kebaikan, menjaga kehormatan dan dia membutuhkan. Namun jika ada orang yang bersedekah kepada orang fasik, atau orang non muslim, di kalangan yahudi, nasrani, atau majusi, hukumnya boleh”

Jika memang orang yang non muslim tersebut membutuhkan dan tidak memerangi/ memusuhi kita (orang islam) sebagaimana firman Allah dalam surat Al Mumtahanah “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.” (QS. Al Mumtahanah : 8)

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta, setiap hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”.

Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha.

Beliau bertanya kepada anaknya, “anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan”, Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”. “Apakah Itu?”, tanya Abubakar r.a.

Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha. Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya.

Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “siapakah kamu ?”. Abubakar r.a menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.

Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada.

Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Ustadzah Answered on April 11, 2017.
Add Comment

Terimakasih, Ustadzah. Alhamdulillah Saya sudah paham.

Sahabat Kepo Answered on April 11, 2017.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.