Nihrasiyah's Profile
Ustadzah
920
Points

Questions
0

Answers
11

  • Ustadzah Asked on December 28, 2019 in Keluarga.

    Pada dasarnya, Syariat yg Allah turunkan lewat Al Qur’an dan hadits bukan berlaku hanya satu masa atau dimasa Nabi saja, tp berlaku sampai akhir zaman.
    Karenanya, syari’at poligami pun demikian. Hanya saja, praktek poligami ini yg masih banyak dilakukan oleh oknum lelaki yg blm paham apakah bagi dirinya poligami itu masuk dlm hukum Sunnah, mubah, makruh atau haram.
    Jadi hukum ini berlaku sepanjang zaman, dan penentang syariat bukan menjadi tolak ukur syariat ditolak atau diterima. Jazakumullaah khairan

    • 470 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadzah Asked on January 3, 2020 in Keluarga.

    Wahai saudaraku, izin anak perempuan utk menikah mmg pada walinya atau ayahnya. Jika belum diizinkan, carilah wanita lain yg sudah siap utk menikah, ada banyak wanita di luar sana yg harus diselamatkan kehormatannya utk kita nikahi. Kecuali sang calon yg kt sukai tersebut juga mau berjuang utk memohon restu orang tuanya

    • 168 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadzah Asked on January 3, 2020 in Akhlak.

    Apakah tdk sadar maksudnya, tdk menyadari bahwa ucapan itu menyinggung beliau? Jika mmg iya, dan kemudian kt sadari itu menyinggung beliau karena disampaikan pd kita lewat suami atau keluarga terdekat, maka mohon maaf lah, mnt maaf beliau , berikan hadiah kepada beliau, dan mnt nasihat dari beliau. Wallahualam bisshawab

    • 196 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadzah Asked on August 25, 2020 in Keluarga.

    Waalaikum salam wr wb
    Ridho itu bukan permissive dalam artian memberikan kebebasan sambil terus bersabar atas kesalahan si anak, tapi memaklumi bahwa si anak punya porsi utk berbuat salah, dan sebagai orang tua jika anak sudah Aqil baligh wajib memberikan nasihat, reward dan punishment atas sikap anak agar terbiasa disiplin dan berakhlak mulia.

    Ada yg perlu kita telusuri dari kenakalan anak, Karena kenakalan adalah akibat. Segala sesuatu tentu ada sebab dan ini sangat besar peran orang tua disini.
    Contohnya, anak suka membantah, membangkang, itu akibat. Sebabnya kenapa?

    Mungkin kita sebagai orang tua kurang berdialog dalam memberikan keputusan, kurang mempercayai anak, kurang intimasi, kurang waktu berkualitas yg bersama dia, bisa jadi itu sebab anak menjadi suka membantah atau membangkang,

    Solusinya adalah orang tua dulu yang harus memperbaiki dan memperhatikan pola komunikasi ini, sambil terus berdoa dan meridhoi anak kita, bukan meridhoi kesalahannya. Insyaallah perlahan2 doa dan perubahan sikap dari orang tua akan merubah sikap anak. Biidznillah

    • 11 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadzah Asked on January 3, 2020 in Muamalat.

    Waalaikumsalm. Chattingan utk urusan apa? Sesungguhnya silaturahmi antara laki2 dan perempuan yg kita lakukan padahal tidak membawa manfaat apapun akan ditunggangi oleh syaithan secara perlahan-lahan, sampai kita merasa mendapatkan rasa nyaman, merasa ketergantungan jk tdk menghubungi dia ,
    Hadits Rasulullah: salah satu ciri kesempurnaan iman seorang Muslim adalah meninggalkan Segala sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.
    Dan chattingan antara laki2 dan perempuan dalam kolom chat yg tdk penting hanya utk say hallo, bercanda, dsb juga memenuhi unsur berkhalwat jk tdk ada kepentingan apapun, meskipun secara online. Wallahualam bisshawab

    • 196 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadzah Asked on January 3, 2020 in Keluarga.

    Saudariku, keputusan utk resign tentu saja boleh, dg catatan kt sudah membicarakan hal ini dan mendiskusikan jalan keluar terbaik dg pasangan, sebab masalah ekonomi keluarga tentu masing2 keluarga lebih mengetahui, resign bekerja bukan brrti suami berhenti bekerja dimanapun dan tdk bekerja lagi bukan?
    Ikhtiar menjemput rezeki adalah kewajiban suami, jk saudariku ingin membantu menopang ekonomi keluarga dari rumah jg baik. Wallahualam bisshawab

    • 305 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadzah Asked on December 28, 2019 in Akhlak.

    Waalaikumsalm wr wb.
    Saudariku, tentu tidak mudah menghadapi dan berkhidmat pd suami dg kelalaiannya menjalankan kewajiban sebagai qawwam yg baik bagi keluarga.
    Tapi, dalam Islam, tugas utama suami adalah menjadi tameng bagi istri & anak2nya dr api neraka dan menjadi imam keluarganya sampai ke Syurga.

    Tugas sbg istri adalah taat selama dia tidak menentang perintah Allah. Jika saudari masih mampu bersabar, bertahan sekuat yg saudari bisa. Yg kita harapkan agar suami tersadarkan utk mengambil peran menjalankan kewajibannya bukan?

    Mari kita berbenah mulai dr diri kita sambil terus berdoa agar Allah membuka hatinya. Jika dia minta dilayani, layani sepenuh hati, bahkan tanyakan kepadanya setelah kita menjalankan tugas sbg istri, apakah dia Ridha? Jika dia belum ridha 100% tanyakan kepadanya apa yg harus kita lakukan agar dia benar2 Ridha. lakukan itu setiap hari sambil terus berdoa, karena keikhlasan kita insyaallah akan membuka pintu hatinya. Jika saudari tdk mampu lg bersabar, ajak pihak keluarga utk mendiskusikan masalah keluarga jika dirasa tak ada perubahan dr suami utk mengambil jalan terbaik bagi keluarga agar tidak menzalimi istri dan anak2. Barakalallahulakum

    • 274 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadzah Asked on December 28, 2019 in Fiqih.

    Waalaikumsalm, hukumnya sang istri berdosa dan bahkan dari hadis sahih akan dilaknat oleh malaikat sampai pagi,

    jika istri tidak ada uzur syar’i yg membuat dia tdk bs menjalankan kewajibannya sbg istri.

    Dan suami boleh mendiskusikan ini baik-baik, apakah istri tdk mau Melayani Krn trauma setelah melahirkan, atau terkena syndrome baby blues setelah melahirkan,

    silakan dibicarakan baik2 saat istri sdg tenang. Tapi jk tanpa alasan, maka suami berhak memberikan teguran kpd istri.

    • 246 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadzah Asked on February 22, 2020 in Wanita.

    Tidak ada satu manusia pun yg allah ciptakan tanpa diberikan rezeki. Tergantung seperti apa kita memaknai rezeki, jika hanya sekedar uang atau pekerjaan, maka rezeki yg sbnrnya jauh lebih luas drpd itu. Pd konsepnya, rezeki sebuah keluarga yg sudah menikah akan Allah gabungkan tergganggu bagaimana kt berikhtiar menjemput rezeki tsb.
    Lipatganda rezeki bukan semata2 kt ukur dari nominal yg kt bandingkan dengan kondisi sebelum menikah, tapi bentuk rezeki dari kesehatan, tetap mengerjakan kebaikan, usia, silaturahmi, anak, itu semua adalah rezeki, dan sering kt lupa mensyukuri hal tersebut.
    Pun jk keadaan setelah menikah berkurang secara materi, ini adalah kerikil dan ujian yg Allah berikan kepada kita utk menguji kesungguhan dan kesetiaan kita dalam berumah tangga. Tetap berikhtiar dg kemampuan dan kondisi terbaik kita masing2.

    • 89 views
    • 2 answers
    • 0 votes
  • Ustadzah Asked on January 3, 2020 in Akhlak.

    Jika orgtua tdk merestui pernikahan saudara Krn alasan yg tdk syar’i , maka ikhtiarkan utk memberikan penjelasan dan yakinkan ortu via org2 terdekat yg beliau percaya nasihatnya.
    Namun jk tdk direstui karena alasan yg jelas bahwa mmg tdk baik secara syariat atau kondisi calon yg mmg dinilai belum pantas mendampingi saudara, ikuti nasihat orang tua meskipun kita sgt mencintai calon pilihan kita, sebab org tua senantiasa ingin yg terbaik untuk anak2nya. Wallahualam bisshawab

    • 305 views
    • 1 answers
    • 0 votes