Ustadz Aqil's Profile
Ustadz
469
Points

Questions
0

Answers
25

  • Ustadz Asked on March 18, 2020 in Umum.

    Tentang keutamaan membaca surat Al Kahfi di hari Jumat, Nabi shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan,

    مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

    “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi)

    Di dalam hadis yang lain beliau bersabda,

    مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

    “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi)

    Bagaimana jika tidak selesai?

    jika dilihat dari teks hadist maka keutamaan cahaya tersebut hanya akan didapatkan oleh mereka yang membacanya secara rampung. bagi yang tidak menyelesaikan bacaanya maka tidak mendapatkan keutamaan khusus tersebut. hyanya saja bukan berarti tidak mendapatkan keutamaan sama sekali.
    dalam hadist lain dikatakan:

    من قرأ سورة الكهف كما أنزلت، كانت له نوراً يوم القيامة من مقامه إلى مكة، ومن قرأ عشر آياتٍ من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه

    Siapa yang membaca surat Al Kahfi seperti saat ia diturunkan, maka ia akan mendapatkan cahaya di hari kiamat yang panjangnya dari tempat ia berada sampai ke Makkah. Siapa yang membaca sepuluh ayat akhir dari surat Al Kahfi, kemudian Dajjal muncul, maka ia tidak akan mampu menguasainya. (HR. Al Hakim).

    dalam hadist tersebut dikatakan jika hanya 10 ayat maka akan dibebaskan dari fitnah dajjal.  menunjukan adanya perbedaan fadhilah antara yang membaca penuh dengan yang membaca sebagian saja.

    NAmun berapapun kita membaca ayat al-Quran pastilah ada fadhilahnya. bahkan meskipun satu ayat dari surat al-Kahfi. hanya saja jika ingin mendapatkan fadhilah penuh, maka sebaiknya baca semuanya.
    Allahu a’lam
    • 340 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadz Asked on May 19, 2020 in Puasa.

    waalaikumsaalam…

    Fidyah adalah kewajiban memberi makan orang miskin sebagai ganti puasa yang ditinggalkan atau karena sebab lain.

    Dalam membayar fidyah ada beberapa ketentuan:

    1. Satu Mud per Hari

    Dalam pandangan jumhur ulama,  besaran fidyah yang harus dikeluarkan setiap harinya adalah sebesar satu mud bahan makanan pokok. Dimana satu mud adalah 1/4 sho’ (besaran zakat fithr). jika dikonversikan ke kilo gram maka satu mud adalah +- 750 gram.  sedangkan dalam madzhab Hanafi besaran yang harus dikeluarkan adalah satu sho’. satu sho’ adalah besaran yang dikeluarkan dalam zakat fithr. yaitu sekitar 3KG.

    2.  Jumlah faqir = Jumlah Hari

    jika seseorang memiliki kewajiban membayar fidyah lebih dari satu hari, maka disunnahkan untuk membagikanya sesuai jumlah hari yang wajib ia tanggung. Misal seseorang wajib membayar 10 hari fidyah, maka sebaiknya diberikan kepada 10 orang yang berbeda. akan tetapi praktik ini hanya sebuah kesunnahan. jikalau 10 paket dibagikan kepada 1 orang saja juga sudah sah dan memenuhi kewajiban.

    3. Cukup Bahan makanan pokok

    750 gram atau 3 kg yang wajib dikeluarkan adalah dalam bentuk makanan pokok murni sesuai dengan makanan pokok penduduk sekitar. yang dimaksud makanan pokok murni adalah beras atau makanan pokok yang dikeluarkan harus tidak kurang dari 750 gram atau 3kg. karena biasanya seseorang yang membagikan fidyah dia tidak hanya memberikan beras saja. biasanya ditambah tellur minysk, dan lain sebagainya.  dan memang itu hukumnya sunnah. akan tetapi menjadi tidak sah jika 750 gram itu terdiri dari 500 gram beras dan 250 gram telur misalnya. karena fidyah adalah memberikan makanan pokok, dan makanan pokok yang dikeluarkan tidak boleh kurang dari takaran tersebut.

    4.  Membayar dengan uang.

    Dalam masalah ini, ulama berbeda pendapat. MAdzhab jumhur ulama tidak memperbolehkan seeorang mengelluarkan fidyah menggunakan uang. karena dalam ayatnya secara tekstual menyebutkan  ith’am (memberi makanan). sedangkan dalam madzhab hanafi, diperbolehkan untuk membayar fidyah menggunakan uang. karena maksud dan tujuan fidyah adalah membantu memenuhi kebutuhan faqir miskin. dan uang pun sudah bisa menjadi jawaban itu.

    maka silahkan saja jika ingin membayar fidyah menggunakan uang sesuai madzhab hanafi. akan tetapi harus konsisten, takaran yang dikeluarkan juga harus sesuai dengan madzhab hanafi yaitu 3 KG makanan pokok.  tidak boleh kemudian emncampur adukan madzhab dengan cara membayar senilai 750 gram beras saja.

    Allahu A’lam

    • 223 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadz Asked on March 22, 2020 in Puasa.

    Masturbasi dalam bahasa fiqih disebut dengan istimna’. Istimna’ merupakan salah satu pembatal puasa menurut jumhur ulama. Madzhab Syafii’ Maliki, Hambali dan kebanyakan ulama Hanafi mengatakan istimna’ membatalkan puasa karena mengeluarkan seperma dengan sengaja.  sebagaimana disebutkaan imam Nawawi dalam kitab al-Ma’mu:

    إذَا اسْتَمْنَى بِيَدِهِ وَهُوَ اسْتِخْرَاجُ الْمَنِيِّ أَفْطَرَ بِلا خِلافٍ عِنْدَنَا

    “jika seseorang melakukan masturbasi dengan tanganya (menyengaja mengeluarkan mani) maka ia batal (puasanya) tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan madzhab syafii.

    Alasanya adalah karena masturbasi merupakan melakukan “percumbuan”  tanpa jimak dengan dirinya sendiri, maka hukumnya sama dengan melakukan percumbuan dengan istri tanpa jimak dalam masalah membatalkan puasanya. Bahkan masturbasi hukumnya haram sedangkan percumbuan dengan istri tidak haram hukum asalnya. maka jika bercumbu dengan istri tanpa jimak kemudian keluar mani hukumnya membatalkan puasa, terlebih lagi masturbasi yang hukumnya haram.

    terdapat pendapat yang mengatakan tidak batal. yaitu pendapat Abu Qasim dari madzhab Hanafi. dengan beralasan bahwa masturbasi bukanlah jimak. maka tidak bisa disamakan dari sisi hukum membatalkan puasa. meskipun masturbasi hukumnya haram.

    Meskipun ada pendapat yang mengatakan tidak membatalkan puasa maka seharusnya kita hindari. karena bulan puasa adalah bulan pelatihan menahan syahwat. termasuk masturbasi.

    Allahu A’lam

    • 237 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadz Asked on September 6, 2019 in Fiqih.

    Waalaikumsalam..

     

    Khusyu merupakan sesuatu yang diperintahkan untuk dicari ketika kita shalat. dan sangat banyak dalil yang menunjukan hal ityu.

    namun jumhur ulama mengatakan bahwasanya tidak khusu’ tidak menjadikan shalat kita batal. mereka berdalil dengan sebuah hadist riwayat Tirmidzi:

    أن النبي صلى الله عليه وسلم رأى رجلا يعبث بلحيته في الصلاة فقالا : لو خشع قلب هذا لخشعت جوارحه ”

    Bahwa nabi SAW melihat seseorang yang memainkan jenggotnya di dalam shalat. kemudian ia bersabda: jika hatinya khusyu maka tentu tubuhnya juga akan khusyu’ (tidak bergerak-gerak)

    dalam hadist di atas nabi hanya mengomentari tentak ketidak khusyu’anya. akan tetapi tidak memerintahkan porang tersebut untuk mengulangi shalatnya yang tidak khusy’ tadi.

    namun kendati demikian bukan berarti kita tidak memperbaiki shalat yang tiudak khusyu tadi.

    Allahu A’alam

    • 446 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadz Asked on September 6, 2019 in Zakat.

    Waalaikumsalam.

    syarat wajib zakat uang adalah nishab dan haul.

    Nisab adalah batas minimal uang yang dimiliki  seseorang (seluruh uang) sehingga ia wajib mengeluarkan zakat. nisab uang adalah 20 dinar. atau sekitar 85 gram emas. maka jika uang yang dimiliki tidak sampai dari harga 85 gram emas maka orang tersebut belum wajib bayar.

    dan tidak cukup sampai disitu, harta yang sudah mencapai nishab tadi juga harus melalui haul. yaitu dimiliki selama satu tahun dengan kalender hijriyah. barulah jika sudah memenuhi dua syarat tersebut seoserang wajib zakat. dan zakat uang adalah kewajiban yang sifatnya setahun sekali. sedangkan uang yang didapatkan diantara setahun tersebut, maka ditangguhkan pembayaran zakatny6a sampai masuk haul/tahun berikutnya.

    Allahu A’alm.

    • 356 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadz Asked on August 7, 2019 in Muamalat.

    hukum forex atau foreign exchange (jual beli mata uang asing) hukumnya boleh jika memenuhi syarat.
    syaratnya adalah harus kontan atau cash. tidak diperkenankan adanya perbedaan waktu penyerahan dalam trading forex. dalam arti jika seseorang membayar uang rupiah tunai saat ini juga, maka ia harus menerima uang asing itu pada waktu yg bersamaan. jika terjadi perbedaan waktu penyerahan maka akan timbul riba jual beli.

    الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ
    “Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).” (HR. Muslim no. 1587)

    terdapat satu syarat lagi yang diberikan oleh DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional Majlis Ulama Indonesia) bahwa trading dilakukan untuk kebutuhan yang diperolehkan. bukan hanya sekedar nyari keuntungan dari selisih yang ada. karena di dalamnya terdapat gambling atau maisir.
    Allahu A’lam

    • 556 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadz Asked on July 17, 2019 in Fiqih.

    Waalaikum salam….

    Pertama yang harus diketahui adalah bahwasanya hukum berkurban adalah sunnah menurut jumhur ulama. Dalam madzhab syafii disebutkan sunnah kifayah dalam satu keluarga. yang artinya adalah kesunnahan cukup dilakukan satu orang saja dalam satu keluarga. sebagaimana dalam menshalatkan jenazah, jika terdapat satu orang yang sudah menshalatkan maka cukup. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist:

    أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَبَحَ كَبْشًا وَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ

    Dari Aisyah radhiyallahuanha bahwa Nabi SAW menyembelih seekor kambing kibash dan membaca,”Bismillah, Ya Allah, terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad”. Kemudian beliau berquran dengannya. (HR. Muslim)

    Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim mengatakan:

    واستدل بهذا من جوز تضحية الرجل عنه وعن أهل بيته واشتراكهم معه في الثواب وهو مذهبنا ومذهب الجمهور

    Dari Hadist ini ulama membolehkan seseorang berqurban untuk dirinya dan keluarganya dan mereka semua mendapatkan pahala qurban. inilah madzhab kami (syafii) dan Jumhur ulama.

    شرح النووي على مسلم (13/ 122)

    Dari pernyataan di atas, memang dalam satu keluarga dicukupkan untuk berkurban hanya salah satu saja. akan tetapi bukan tidak diperbolehkan jika ada anggota keluarga lain yang ikut berqurban. Bahkan jika dalam satu keluarga terdapat beberapa yang  menyembelih maka lebih afdhal. sebagaimana dalam menshalatkan janazah tentu lebih banyak lebih baik. meskipun sebenarnya sudah cukup dengan satu orang saja. Allahu A’lam.

    • 4449 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadz Asked on September 6, 2019 in Umum.

    Memang dalam masalah musik ini sudah menjadi perdebatan ulama sejak dulu. sebagian mengharamkan dan sebagian lagi membolehkan. namun perlu dilihat bahwasanya musik zaman para ulama dahulu dan musik pada zaman sekarang merupakan dua hal yang tidak 100% sama. maka sangat mungkin hukumnyapun berbeda. kebanyakan ulama dahulu mengharamkan. sedangkan pada zaman ini tidak sedikit ulama yang membolehkan engan keadaan tertentu.

     

    untuk lebih detailnya silahkan merujuk kepada salah satu buku kecil karya salah satu ustadz rumah fiqih yang bisa di download secara gratis di:

    http://115.124.74.133/Dropbox/BOOKLET-PDF/word/pdf/168.pdf

    • 552 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadz Asked on August 7, 2019 in Aqidah.

    Bersentuhan dengan mertua tidak membatalkan wudhu. KArena mertua merupakan salah satu mahram dari jalur pernikahan. hal ini dijelaskan dalam surat An-Nisa :

    {وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ} [النساء: 23]

    dan (diharamkan  untukmu menikahi ) ibu dari istrimu. QS. An-Nisa (23)

    dalam ayat di atas disebutkan bahwa ibu mertua merupakan mahram bagi seorang laki-laki. maka begitupala bagi seorang perempuan. ayah dari suami (ayah mertua) juga merupakan mahram bagi dia. diperbolehkan baginya bersentuhan dan juga tidak akan membatalkan wudhu.

    Allahu A’lam.

    • 1129 views
    • 1 answers
    • 0 votes
  • Ustadz Asked on August 14, 2019 in Fiqih.

    Aqiqah merupakan sebuah ritual penyembelihan yang hukumnya sunnah pada kelahiran seorang bayi. dengan ketentuan jika bayi laki-laki dua ekor kambing dan bayi perempuan satu ekor. akan tetapi jika hanya mampu satu ekor saja untuk anak laki-laki, maka hal ini juga tidak masalah. dan tetap mendapatkan kesunnahan. sebagaimana disebutkan oleh imam nawawi dalam kitabnya:

     

    قال النووي رحمه الله في شرحه :” السنة أن يعق عن الغلام شاتين, وعن الجارية شاة , فإن عق عن الغلام شاة حصل أصل السنة   (  شرح المهذب”(8/409) .

    Imam Nawawi berkata: Disunnahkan bagi bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing, dan bagi bayi perempuan satu ekor kambing. namun jika hanya disembelihkan satu ekor untuk anak laki-laki maka dia telah mendapatkan kesunnahanya.  (al-Majmu’ Syarah al-Muhadzab)

     

    Allahu a’lam

    • 415 views
    • 1 answers
    • 0 votes