Apakah Anak Tiri Kakak Ipar Adalah Mahram?

Assalamualaikum Kepo Syariah, saya wanita punya kakak ipar laki laki, kakak ipar saya menikah dengan janda 2 anak. apakah 2 anaknya mahram saya ?

Asked on December 18, 2021 in Fiqih.
Add Comment
1 Answer(s)

Wa’alaikumussalam wr.wb
Bismillahirrahmanirrahim…

Allah berfirman dalam QS Annisa ayat 22-24
Ayat tersebut sebagai dasar hukum mana yang mahram dan mana yang bukan.

Yang harus kita ketahui mahram itu ada dua:
1. Mahram muabbad adalah seseorang yang haram dinikahi sampai kapan pun dan apapun kondisinya.

2. Mahram muaqqat adalah seseorang yang haram dinikahi pada kondisi tertentu, dan menjadi halal jika kondisi tersebut hilang.

11 orang yg termasuk mahram, 7 karena hubungan nasab dan 4 karena pernikahan.

Yang pertama: 7 disebabkan hubungan nasab:

1. Ibu, nenek, buyut perempuan dan seterusnya ke atas.

2. Anak perempuan, cucu perempuan, dan seterusnya ke bawah.

3. Saudara perempuan, baik saudari kandung, sebapak, atau seibu.

4. Keponakan perempuan dari saudara perempuan dan keturunannya ke bawah.

5. Keponakan perempuan dari saudara laki-laki dan keturunannya ke bawah.

6. Bibi dari jalur ayah

7. Bibi dari jalur ibu

Demikian juga sebab persusuan , bisa menjadikan mahram sebagai nasab.

Kedua, 4 disebabkan hubungan pernikahan:

1. Ibu istri (ibu mertua), nenek istri dan seterusnya ke atas, meskipun hanya dengan akad

2. Anak perempuan istri (anak tiri), jika si lelaki telah melakukan hubungan dengan ibunya

3. Istri bapak (ibu tiri), istri kakek (nenek tiri), dan seterusnya ke atas

4. Istri anak (menantu perempuan), istri cucu, dan seterusnya ke bawah.

Sehubungan dengan pertanyaan saudari, jangankan anak tiri abang ipar, saudara ipar sendiri tidak termasuk mahram. bahkan Nabi Saw mengingatkan agar berhati-hati dalam berinteraksi dengan saudara ipar. Dalilnya: Ada seorang sahabat yang bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana hukum kakak ipar?”
Nabi Saw mengatakan, “Saudara ipar adalah kematian.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Dimana maksud hadis tersebut mengingatkan bahwa kita harus sangat berhati-hati ketika berinteraksi dengan saudara ipar, apalagi yang tinggal serumah, terkadang memandang aurat masalah sepele karena sudah terbiasa di rumah, kalau tidak mampu menjaganya banyak hal yang menyebabkan terjerumus kepada maksiat dan zina, na’uzubillah.

(Taisirul ‘Alam, Syarh Umdatul Ahkam , hal. 569)

Wallahu a’lam bis shawab

Ustadzah Answered on December 18, 2021.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.