Apakah Baik Poligami Dijaman Sekarang?

apa bagus poligami dijaman sekarang? mengingat sangat banyak penentang. berbeda dengan masalalu yang memang jamannya banyak yang beristri banyak, malah Islam yang membatasi menjadi 4 saja.

Sahabat Kepo Asked on February 18, 2016 in Keluarga,   Nikah,   Wanita.
Add Comment
3 Answer(s)

Pada dasarnya, Syariat yang Allah turunkan lewat Al Qur’an dan hadits bukan berlaku hanya satu masa atau dimasa Nabi saja, tapi berlaku sampai akhir zaman.
Karenanya, syari’at poligami pun demikian. Hanya saja, praktek poligami ini yang masih banyak dilakukan oleh oknum lelaki yang belum paham apakah bagi dirinya poligami itu masuk dalam hukum Sunnah, mubah, makruh atau haram.
Jadi hukum ini berlaku sepanjang zaman, dan penentang syariat bukan menjadi tolak ukur syariat ditolak atau diterima. Jazakumullaah khairan

Ustadzah Answered on December 28, 2019.
Add Comment

Wa’alaikum salam wr wb

Poligami dalam Islam sebagai bentuk alternatif solusi atas permasalahan yang terjadi dalam berumah tangga bukan sebaliknya menjadi sumber masalah. Memutuskan poligami juga mempertimbangkan banyak faktor bukan hanya dari sisi materi namun dari sisi psikis dan keharmonisan rumah tangga harus tetap menjadi hal yang harus di perhatikan.

Dalam islam berpoligami bukan hanya pada kesiapan personal namun juga pada Kesiapan istri, anak juga keluarga besar. Agar semua sisi terpenuhi haknya dan dapat merasakan sakinah, mawaddah warahmah.

Jika suami khawatir tidak bisa berlaku adil dalam memenuhi kewajibannya maka cukuplah menikahi satu wanita saja firman Allah dalam surat An Nisa ayat 3:
“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja”

Untuk berlaku Adil memang bukan hal yang mudah bahkan Allah mengingatkan dalam surat An nisa ayàt 4: ” Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian ”

Jadi tidak sembarangan untuk memutuskan berpoligami. Poligami Jadikan sebagai sebuah solusi dari permasalahan yang ada dengan berbagai pertimbangan juga kesiapan keluarga. Bukan sebaliknya menjadi faktor yang menjadikan rumah tangga tidak harmonis.

Ustadzah Answered on January 30, 2021.
Add Comment

Wa’alaikum salam wr.wb
Bismillahirrahmanirrahim…

Boleh, syariat Allah tidak terbatas waktu, hari ini atau kemarin. Setiap yang disyariatkan pasti sudah sepaket dengan kebaikan yang akan didapatkan. Tidak bisa kita fokus kepada sekarang atau dulu, karena poligami adalah syariat Allah, tapi tujuannya yang harus diperjelas. Bukan hanya sekedar ingin memenuhi nafsu, dan menurut saya, orang yang berpoligami itu adalah seorang pahlawan yang hebat, kalau mampu menjalankannya sesuai dengan syariat. Terlepas dari pembicaraan orang yang suka membicarakan, kalau siap berpoligami siap juga dengan pembicaraan orang lain. Semua orang berhak menilai kita, tapi tidak semua orang benar menilai kita.
Yang tidak boleh mengharamkan yang halal serta menghalalkan yang haram. Syariat poligami jelas dan tidak bisa kita haramkan selama sesuai dengan syariatNya.

Allah berfirman,

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An Nahl: 90)

Kalau dengan berpoligami itu dapat mendatangkan manfaat untuk kaum muslimin berupa bertambahnya banyaknya jumlah kaum muslimin dan terjaganya kehormatan wanita-wanita muslimah baik yang belum menikah maupun para wanita yang memerlukannya. Jangan sampai kita terjajah oleh pemikiran orang kafir yang mendeskritkan pemahaman tentang poliga, karena ada yang lebih melegalkan perzinahan daripada pernikahn. Na’uzubillah

Bolehnya melakukan poligami dalam Islam berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An Nisaa: 3)

Dibolehkannya syariat poligani dikuatkan dengan apa yang Rasulullah Saw lakukan dan para sahabat sesudah beliau.
Kenapa dibolehkan? Karena poligami syariat yang mendatangkan kemaslahatan. Belum lagi hari ini jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki itu sendiri.

Wallahu a’lam bis shawab.

Ustadzah Answered on February 15, 2021.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.