Ayah Sangat Baik Pada Orang Lain Tapi Jahat Pada Keluarga Sendiri

Assalamualaikum ustadzah izin mengirimkan curhatan terbaru:

Izin curhat min.. saya punya ayah yang suka sekali bersedekah dengan anak yatim, anak terlantar, pengamen di jalanan, dan janda.. ayah saya seorang PNS bekerja disebuah rumah sakit. Beliau punya anak 3,.Saya adalah anak perempuan pertamanya. Ayah saya yang suka sedekah ini, berpikir seperti ini “untuk nyari amal gak perlu sholat dan mengaji.. yang penting berbuat baik dengan sesama” namun lama lama saya ngerasa geram,

karena sifat terlalu baiknya,, ayah saya punya banyak pacar mulai dari janda sampai istri orang. Saya selalu komplain, seperti itu sangatlah salah.. karena ibu saya sakit hati terus. Ayah saya bilang, “nyenengin orang pahalanya banyak, jangan banyak komplain. Bapak begini biar masuk syurga”

Saya nambah bingung.. kenapa ayah saya baik banget sama orang lain.. sedangkan sama keluarga sendiri, beliau kasar.. ayah suka banget marah marah membanting barang, dan memukuli saya..

Saya bener bener ngerasain ini, bukan dongeng. Saya anak pertama yang harus dituntut sempurna. Sekolah di sekolahan terbaik, berprestasi di bidang olahraga. Kesalahan sedikit saja akan berakibat fatal bagi saya,

Dulu waktu masih SD, saya mengira karena emang saya ini nakal.. saya suka main layangan sampai Maghrib, main bola.. sampe rumah digebuk Ampe hampir modar rasanya.. namun makin gede makin jengkel aja rasanya.. kok bapak saya bisa lebih sayang ke orang lain yang asing, ketimbang keluarga sendiri..
Btw min, ayah suka ngungkit ngungkit biaya pendidikan saya.

Untuk menyadarkan orang begini gimana ya min.. apa hukumnya dalam agama Islam?

Asked on November 9, 2021 in Keluarga.
Add Comment
1 Answer(s)

Wa’alaikumussalam wr.wb
Bismillahirrahmanirrahim…

Masya Allah shalihah! Saya baca ini bercucuran air mata, shalihah! kamu anak yang hebat.

Tidak ada cara untuk mengubah sifatnya yang penyayang kepada yang lain tidak kepada keluarga, kecuali mendekat dengan Allah dan minta sesuai dengan yang diinginkan, tidak ada yang mustahil bagi Allah ketika berkehendak.

Yang pertama sekali, perbanyak istighfar, maafkan ayah, jangan pernah melihatnya dengan kebencian, anggap saja beliau adalah sosok ayah terbaik di dunia, berbaik sangka, penuhi keinginannya sambil baca shalawat ketika menatap ayah serta minta apa yang ingin diminta sama Allah. Ayah itu ciptaan Allah dan serahkan sama Allah, kita tidak punya kekuatan kalau ingin kita balas kejahatan dengan kejahatan, berlaku lembutlah pada beliau, memang sangat menyakitkan, tapi lawan rasa sakit dan ajak dialog Allah terus.

Begitu juga dengan ibu, doakan ibu supaya terus kuat, tanpa menggurui ceritakan kepada beliau kisah orang lain dengan maksud beliau bisa berlapang dada dan terus tawakkal kepada Allah.

Peer yang paling besar adalah bagaimana melayani, jangan pernah menuntut dilayani, ikhlaskan! insya Allah pertolongan Allah mendekat.

Semangat shalihah! kamu kuat, karena kuat kamu diuji, kembali tersenyum dan lupakan kepahitan, ya anggap saja sedang berada di alam dongeng sambil terus tawakkal dengan mendekat kepadaNya dan merayulah apa yang ingin dipinta kepadaNya.

Ustadzah Answered on November 9, 2021.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.