Bagaimana Kriteria Perkataan Yang Jatuh Talak?

Assalamualaikum min..
Maaf mengganggu waktunya, saya mau bertanya Dan sudi kiranya pertanyaan saya dijawab..
Saya baru menikah sekitar 3 bulan lebih.. Tapi percekcokan Dan salah faham sering terjadi.
Sebelum menikah kami belum pernah bertemu sebelumnya.
Kami bertemu saat keesokan harinya akan melangsunhkan akad..
Kemudian, setiap kali cekcok atau salah faham saya selalu minta cerai.

Berulang kali itu terjadi.
Namun dia tidak pernah menyetujui.
Kemarin Ada cekcok juga Dan saya ulangi lagi permintaan saya.

Lalu suami saya menjawab “pertanda” Dan “daripada” (dari WA).
Apakah itu sudah jatuh atau bagaimana yaa min?
Setelah kejadian itu saya mengasingkan diri.

Dan suami saya no respon.
Kemudian keesokan harinya baru suami membujuk saya.
Saya tanya ke suami apakah kemarin mentalak Dan dia katakan tidak..
Saya beri pandangan bahwa Ada 3 yg tidak bisa dibawa canda karena canda nya pun bisa jadi sah yaitu pernikahan, talak Dan rujuk..
Lalu suami saya berkata yaudah kalau begitu rujuk

Saya sudah berulang kali tegaskan, tapi tetap dia tidak mengakui kalau dia Ada niat untuk menceraikan

Mohon jawabannya

Asked on May 4, 2020 in Nikah.
Add Comment
1 Answer(s)

Wa’alaikum salam wr wb
Adinda masya Allah, pernikahan masih lagi bertunas belum bersemi, Saya mendoakan Allah jadikan keluarga yang penuh berkah rahmah mawaddah. Banyak di luar sana yang belum menikah dan ingin sekali menikah, tapi belum Allah izinkan untuk menikah. Dan hari ini saudari sudah menikah Alhamdulillah. Menikah awal dari kehidupan baru dimulai, yang tidak mengenal, belajar untuk mengenal sedikit demi sedikit, yang tidak cinta kita berpura-pura untuk mencintai, hingga cinta bersemi perlahan-lahan. Mau tidak mau, siap tidak siap kita sudah menggetarkan langitnya Allah dengan lafal ijab qabul yang pernah diikrarkan, susah senang kita belajar untuk saling memahami karena itulah takdir Allah yang terbaik menurutNya bukan menurut kita. Dan apalagi baru 3 bulan masya Allah, masih sangat pagi, tidak semua emosi dibalas dengan emosi, harus ada yang bisa meredam, dan segera istighfar dan pilih diam sejenak.
Apalagi seorang istri kita harus merendah dengan segala keegoisan laki-laki yang tidak kita sangka-sangka, selalu rebut ridhanya, setelah menikah, ridha suami lebih utama. Saya rasa saudari bisa menghadapinya dengan kepala dingin, karena ketika Allah kasih amanah berarti Allah percaya saudari mampu melewatinya, dan riak-riak kecil itu wajib ada, kalau selalu tenang juga perlu dipertanyakan.
Menyangkut permasalahan yang saudari hadapi, itu hanya bumbu saja untuk saling mengenal satu sama lain, karena sebelumnya tidak saling berjumpa.
Disebutkan talak ditinjau dari segi tegas dan tidaknya kata-kata yang dipergunakan sebagai ucapan talak, maka talak dibagi menjadi dua macam, sebagai berikut:

a.       Talak Sharih, yaitu talak dengan mempergunakan kata-kata yang jelas dan tegas, dapat dipahami sebagai pernyataan talak atau cerai seketika diucapkan, tidak mungkin dipahami lagi.

Imam Syafi’i mengatakan bahwa kata-kata yang dipergunakan untuk talak sharih ada tiga, yaitu talak, firaq, dan sarah, ketiga ayat itu disebutkan dalam Al-Quran dan hadits.

Beberapa contoh talak sharih ialah seperti suami berkata kepada istrinya:

1.      Engkau saya talak sekarang juga. Engkau saya cerai sekarang juga.
2.      Engkau saya firaq sekarang juga. Engkau saya pisahkan sekarang juga.
3.      Engkau saya sara sekarang juga. Engkau saya lepas sekarang juga.

Apabila suami menjatuhkan talak terhadap istrinya dengan talak sharih maka menjadi jatuhlah talak itu dengan sendirinya, sepanjang ucapannya itu dinyatakan dalam keadaan sadar dan atas kemauannya sendiri.

b.      Talak Kinayah, yaitu talak dengan mempergunakan kata-kata sindiran atau samar-samar, seperti suami berkata kepada istrinya:

1.      Engkau sekarang telah jauh dariku.
2.      Selesaikan sendiri segala urusanmu.
3.      Janganlah engkau mendekati aku lagi.
4.      Keluarlah engkau dari rumah ini sekarang juga
5.      Pergilah engkau dari tempat ini sekarang juga
6.      Susullah keluargamu sekarang juga
7.      Pulanglah ke rumah orang tuamu sekarang
8.      Beriddahlah engkau dan bersihkanlah kandunganmu itu
9.      Saya sekarang telah sendirian dan hudup membujang
10.  Engkau sekarang telah bebas merdeka, hidup sendirian.

Ucapan-ucapan tersebut mengandung kemungkinan cerai dan mengandung kemungkinan lain.

Tentang kedudukan talak dengan kata-kata kinayah atau sindiran ini sebagaimana dikemukakan oleh Taqiyuddin Al-Husaini, bergantung kepada niat suami. Artinya, jika suami dengan kata-kata tersebut bermaksud menjatuhkan talak, maka menjadi jatuhlah talak itu, dan jika suami dengan kata-kata tersebut tidak bermaksud menjatuhkan talak maka talak tidak jatuh. Dan yang saya pahami dari permasalahan saudari belum dikatakan talak. Karena suami tidak berniat untuk menceraikan. Semoga Allah anugerahkan sakinah yang tidak terbatas dan bisa reuni kembali di SyurgaNya.
Wallahu a’lam bis shawab

Ustadzah Answered on May 4, 2020.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.