Bolehkah Juali Beli Mobil Atau Motor Secara Kredit?

assalamualaikum ustadz. apa hukumnya jual beli mobil atau motor secara kredit? mohon penjelasannya

Sahabat Kepo Asked on February 10, 2016 in Muamalat.
Add Comment
1 Answer(s)

Wa alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh

Bismillah walhamdulillah wasshalaatu wassalaamu ala rasuulillah, wa ba’du;

Dalam syariah islam, ada satu kaidah yang penting untuk kita pahami terkait masalah muamalah, yaitu

الأصل في المعاملات الإباحة حتى يدل الدليل على تحريمها

“hukum asal sesuatu -dalam bab muamalah- adalah boleh (mubah), kecuali ada dalil yang melarangnya (haram).”

Maka dalam bab muamalah ini, segala macam transaksi atau akad di dalamnya diperbolehkan, asalkan tidak melanggar aturan syariat seperti adanya maisir (judi), gharar (ketidakjelasan), riba, kezaliman, atau perbuatan dan barang yang diharamkan Allah swt dan Rasul-Nya saw.

Dalam literatur fiqih, baik klasik maupun kontemporer, jual beli kredit biasa disebut dengan bai taqsit (بيع التقسيط) dan hampir para ulama sepakat hukumnya diperbolehkan. Sebagaimana diterangkan oleh DR Wahbah al-Zuhaili;

 

الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي (5/ 3461)

أجاز الشافعية والحنفية والمالكية والحنابلة وزيد بن علي والمؤيد بالله والجمهور (3): بيع الشيء في الحال لأجل أو بالتقسيط بأكثر من ثمنه النقدي إذا كان العقد مستقلاً بهذا النحو، ولم يكن فيه جهالة بصفقة أو بيعة من صفقتين أو بيعتين، حتى لايكون بيعتان في بيعة. قال ابن قدامة في المغني: البيع بنسيئة ليس بمحرم اتفاقاً ولايكره.

“Para ulama madzhab Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali, Zaid bin Ali, al-Muayyid Billah, dan umumnya jumhur ulama membolehkan jual beli kredit. Yaitu jual beli dengan cara menaikkan harga di atas harga kontan (terdapat margin harga karena adanya penangguhan waktu). Asalkan terbebas dari praktek jahalah (ketidakjelasan akad) atau akad ganda yang terlarang. Bahkan Imam Ibnu Qudamah (seorang ulama besar madzhab Hanbali) mengatakan dalam kitabnya al-Mughni; “Para ulama sepakat bahwa hukum jual beli kredit tidak haram, tidak pula makruh.”

(al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Jilid 5, hal 3461)

wallahu a’lam.

Ustadz Answered on March 27, 2020.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.