Bolehkah Memakan Gurita Hidup?

Assalamualaikum Ustadz dan Ustadzah, mau bertanya, sekarang ada artis yang mencontohkan atau memamerkan memakan gurita hidup? Bolehkah dalam Islam memakan Gurita Hidup atau Makanan Mentah?

Terimakasih

Asked on August 31, 2019 in Umum.
Add Comment
1 Answer(s)

Waalaikumsalam. terdapat dua pertanyaan di sisni.

Pertama: Apa hukum memakan hewan yang masih hidup?

Jawabanya bisa kita bagi menjadi dua kondisi.

1. Hewan yang halal bangkainya. contohnya ikan dan hewan air (yang halal) dan belalang. maka memakan hewan-hewan tersebut dalam keadaan masih hidup ulama berbeda pendapat.

a. Madzhab Hambali dan Hanafi mengharamkan hal tersebut. sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah :

وإذا أخذ السمك حيا لم يجز أكله حتى يموت أو يمات ، كما يقول الحنفية والحنابلة . ويكره شيه حيا ، لأنه تعذيب بلا حاجة ، فإنه يموت سريعا فيمكن انتظار موته

jika ikan diambil dalam keadaan masih hidup, maka tidak boleh memakanya sampai ia mati. sebagaimana dikatakan oleh madzhab hanafi dan hambali. dan dimakruhkan membakarnya dalam keadaan masih hidup. karena  terdapat penyiksaan yang tidak seharusnya. sedangkan ikan tersebut bisa mati dengan cepat dan dimungkinkan untuk ditunggu sampai benar-benar mati.

b. Madzhab Syafii dalam salah satu riwayat mengatakan bahwasanya memakan hewan ikan atau belalang dalam keadaan hidup itu hukumnya makruh. sebagaimana disebutkan oleh imam nawawi dalam kitabnya al-majmu’:

وَلَوْ ابْتَلَعَ سَمَكَةً حَيَّةً أَوْ قَطَعَ فِلْقَةً مِنْهَا وَأَكَلَهَا أَوْ ابْتَلَعَ جَرَادَةً حَيَّةً أَوْ فِلْقَةً مِنْهَا فَوَجْهَانِ (أَصَحُّهُمَا) يُكْرَهُ وَلَا يَحْرُمُ

jika seseorang menelan ikan atau potongan dari ikan hidup atau belalang utuh ataupun potongan dari belalang hidup, maka ada dua pendapat. yang lebih shahih adalah hukumnya makruh. tidak sampai haram.

2. Hewan yang haram bangkainya (selain ikan, hwan air yang halal dan belalang)

jika hewan yang haram bangkainya maka diharamkan memakanya dalam keadaan hidup-hidup menurut kesepakatan ulama. karena sama saja dengan memakan bangkai yang mati bukan disembelih. sebagaimana disebutkan imam nawawi dalam kitabnya al-majmu:

وَأَمَّا هَذَا السَّنَام الْمَقْطُوع فَإِنْ لَمْ يَكُنْ تَقَدَّمَ نَحْرهمَا فَهُوَ حَرَام بِإِجْمَاعِ الْمُسْلِمِينَ ; لِأَنَّ مَا أُبِينَ (أي : قُطع) مِنْ حَيّ فَهُوَ مَيِّت

adapun punuk yang terpotong jika berasal dari hewan yang belum disembelih maka hukumnya haram dengan dalil ijma (kesepakatan) seluruh muslim. karena semua yang terputus dari hewan yang masih hidup statusnya bangkai.

sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist riwayat Abu Daud:

مَا قُطِعَ مِنْ الْبَهِيمَةِ وَهِيَ حَيَّةٌ فَهِيَ مَيْتَةٌ

segala sesuatu yang terpotong dari hewan ternak (sapi, kambing, unta) sedangkan hewan tersebut masih hidup maka sesungguhnya (bagiuan yang terpotong) itu adalah bangkai.

Pertanyaan kedua: Hukum memakan daging mentah?

Ibn Muflih mengatakan dalam kitabnya al-Adab al-Syariyah:

يكره أن يأكل لحما نيئا أو غير نضيج

dimakruhkan memakan daging mentah atau belum matang.

 

akan tetapi ulama lain mengatakan tidak mengapa jika memakan daging yang mentah. karena memang batasan halal haram tidak ditentukan matang atau tidaknya suatu daging. dan memang tidak ditemukan dalil yang mengharamkan.

 

Allahu A’lam

Ustadz Answered on September 6, 2019.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.