Bolehkah Menabung Emas di Program Brankas LM

Assalamualaikum ustadz,

 

Bagaimana hukumnya Brankas LM? Karena yang dijual hanya harga bahannya saja tanpa harga cetak. Sehingga tidak ada fisik. Sy pernah membaca kalau beli emas harus tunai dan membawa fisik.

Tapi pihak Brankas LM yang saya tanyakan, itu berbeda karena banyak yang menjual itu tidak ada fisiknya (0.01 gram, 3.2 gram), namun di antam kita beli online, namun ada fisiknya, pembelian dibatasi dengan fisik yang ada (misal 1 gram, 2 gram, 5 gram, dst).

Kelebihannya adalah lebih murah dan lebih aman. Program ini juga bekerjasama dengan lembaga zakat yang cukup besar untuk pembayaran zakat emas

Mohon pencerahannya ustadz

Terima kasih

Sahabat Kepo Asked on June 27, 2019 in Muamalat.
Add Comment
1 Answer(s)

waalaikumsalam warahmatullah.

 

Jual beli emas memang menurut jumhur ulama haruslah tunai. Dalam arti ketika kita berikan uang kita kita saat itu juga mendapatkan emas yang kita beli. jika tidak tunai baik emas yang ditangguhkan atau uang yang ditangguhkan, maka akan masuk dalam katagori riba jual beli. sebagaimana sabda Nabi:

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).” (HR. Muslim )

jika emas masih berupa nilai saja, maka sebenarnya jual beli tidak terjadi secara tunai.  Tentu hal ini diharamkan oleh jumhur ulama.  akan tetapi dalam pandangan sebagian kecil ulama hal itu dibenarkan. dengan alasan bahwasanya emas bukan lagi barang ribawi. tetapi sudah menjadi komoditi dagang biasa sebagaimana barang lainya. hal ini diungkapkan oleh Ibn Taimiyah dari mazhab Hambali dan diikuti oleh Dewan Syariah Nasional Majlis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

 

Allahu a’lam.

 

 

Ustadz Answered on August 14, 2019.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.