Bolehkah Menunda Memiliki Anak Kedua Karena Takut Tidak Adil?

Salam Ustadzah, Bolehkah menunda atau memutuskan untuk tidak memiliki anak kedua karena takut tidak dapat berbuat adil untuk anak medua dan seterusnya?

Asked on November 9, 2021 in Keluarga.
Add Comment
1 Answer(s)

Wa’alamualaikum wr wb
Bismillah,

Boleh, karena Islam menganjurkan kita untuk menjaga anak secara sempurna dari segi fisik, mental, ruh dan akhlaknya. Tarbiyah itu memerlukan asas atau dasar yang bisa memberi setiap hak dan segala kewajibannya. Seperti firman Allah dalam surah Al-Qashash: 77.

Dan dalam Islam kita bukan hanya fokus dengan keluarga saja, melainkan menyeluruh kepada semua kehidupan sosial, makanya anak-anak terbentuk dari peran tiga hal: rumah, sekolah dan masyarakat. Tugas kita membantu membentuk ekosistem masyarakat yang tertata rapi sesuai dengan syariatNya. Kita harus berperan di sana.

Pola pendidikan dalam Islam tidak hanya terbatas pada kebahagiaan dunia saja, tanggung jawab kita sebagai orang tua bukan hanya memperkenalkan sarana duniawi, tapi diimbangi dengan sarana ukhrawi, karena akan ada kehidupan abadi setelah mati, tempat kita memetik apa yang sudah ditanam di dunia, dibalas setimpal apa yang sudah kita lakukan.

Islam membagi tanggung jawab perbaikan terhadap seluruh masyarakat bukan hanya fokus terhadap individu atau kelompok tertentu, karena hakikat tarbiyah yang membangun serta tumbuh adalah tarbiyah yang komprehensif dan berat pada semua arah dan memerlukan kerja sama. Termasuk kerja sama dari rumah, sekolah, lingkungan tempat tinggal, serta pelaksanaan peraturan pemerintahan, syari’at dan pelaksanaannya. Anak kita adalah anak lingkungannya, sekolahnya dll. Namun ketika mampu menjaga keseimbangan itu maka alangkah baiknya punya anak banyak. Kehidupan selanjutnya memerlukan orang-orang baik yang menata bumi sehingga menjadi baldatun thayyibatun warabbun ghafur.

Yang sangat disayangkan hari ini, banyak para orang tua yang mampu mendidik anaknya secara sempurna, lingkungan mendukung, tapi memutuskan hanya pada 1 atau 2 orang anak, sebab dijajah oleh rasa takut. Di negara luar malah mereka menganjurkan punya anak banyak, seperti Rusia contohnya. Di sana diberikan medali untuk ibu yang melahirkan lebih dari dari 5 anak. Masih banyak bantuan selain dari bantuan materi yang diberikan. Sebenarnya semua agama memotivasi untuk mempunyai anak keturunan, namun kita harus pandai membaca diri kita sendiri, mengenal diri sehingga tidak salah keputusan yang diambil nantinya. Mampukah mendidik anak-anak, satu anak atau memilih childfree?
Semoga Allah mampukan kita untuk bisa amanah dengan apa yang sudah dititipiNya.

Referensi: Tarbiyatul Aulad fil Islam, Syaikh Athiyah Saqar jilid 4

Wallahu a’lam bis shawab

Ustadzah Answered on November 9, 2021.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.