Dahulukan Haji atau Nikah?

Assalamualaikum Ustadz, Saya alhamdulillah lagi ada rejeki, baiknya mendahulukan mendaftar haji atau menikah? terimakasih

Sahabat Kepo Asked on February 7, 2019 in Nikah.
Add Comment
2 Answer(s)
Jika seseorang memiliki kemampuan berupa harta yang memungkinkan untuk melaksanakan ibadah haji dan disaat itu  juga seseorang sudah berhajat untuk menikah karena takut terjadi zina, maka menggunakan hartanya utuk menikah itu lebih di utamakan, namun jika tidak takut terjadi zina, maka menggunakan harta untuk pelaksanakan haji lebih diutamakan.
Referensi :
Syarah Mahalli Juz 2 Hal 87, Cet Toha Putra.

 

وَلَوْ مَلَكَ مَا يُمْكِنُهُ بِهِ الْحَجُّ وَاحْتَاجَ إلَى النِّكَاحِ لِخَوْفِهِ الْعَنَتَ، فَصَرْفُ الْمَالِ إلَى النِّكَاحِ أَهَمُّ لِأَنَّ الْحَاجَةَ إلَيْهِ نَاجِزَةٌ وَالْحَجُّ عَلَى التَّرَاخِي
Sahabat Kepo Answered on February 8, 2019.
Add Comment

Secara teknis, jawabanya bisa saja berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung kasus dan konteks masing-masing.

1.Kewajiban Ibadah Haji

Meski pun ibadah haji itu hukum dasarnya wajib dan merupakan rukun Islam, tapi hanya berlaku bagi yang mampu saja. Sedangkan mereka yang tidak mampu, tidak wajib pergi haji.

Bagi yang mampu, ternyata kewajiban haji itu tidak secara otomatis harus dilalukan sekarang juga. Dalam hal ini kewajibannya bersifat tarakhi, atau kewajiban yangboleh ditunda.

Dasarnya adalah tindakan Rasulullah SAW sendiri, yang menunda haji hingga 4 tahun lamanya. Perintah berhaji sudah turun di tahun ke-6 hijriyah, tapi baru dijalankan di tahun ke-10 hijriyah.

Jadi kalau pin Anda mendahulukan menikah dan menunda ibadah haji, Anda tidak keliru dan punya panutan yaitu Rasulullah SAW.

2. Kewajiban Menikah

Hukum menikah itu ada 5, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram. Semua tergantung dari orangnya dan konteksnya juga.

Bagi Anda sendiri, bisa saja hukumnya wajib dan harus segera dilaksanakan. Misalnya karena sudah mampu dan takut jatuh zina.Sehingga bisa saja jatuhnya lebih utama menikah dari pada pergi haji.

Namun bisa juga dalam kasus Anda ini, Anda belum wajib-wajib amat untuk menikah, mungkin karena usia masih muda, dan tidak ada kekhawatiran terjadinya zina.

Sehingga boleh jadi kesempatan berhaji lebih utama dilakukan.

Kesimpulannya, skala prioritas ini sifatnya fleksible, bisa saja hajinya didahulukan dari pada menikah, atau menikahnya didahulukan dari pada berhaji.

Semua kembali kepada pertimbangan Anda sendiri.

Wassalam

Ustadz Answered on June 18, 2019.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.