Hukum Veneer Gigi Dalam Islam

Assalamualaikum..

Hukum veneer gigi gimana ya? Terus kalo meninggal dalam keadaan gigi yang terveneer itu gimana? Kalo gigi palsu kan harus copot? kalo veneer kan ga bisa copotin sndiri
terima kasih

Asked on January 17, 2022 in Fiqih.
Add Comment
1 Answer(s)

Wa’alaikumussalam wr wb
Bismillahirrahmanirrahim…

Ketika melakukan sesuatu, yang harus kita fikirkan apa maksud dan tujuan alias niat melakukan hal tersebut. Yang lagi ngetrend saat ini veneer gigi, Kalau veneer gigi dengan tujuan pengobatan pada gigi yang rusak agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya, hal ini diperbolehkan. Namun, bila dilakukan dengan tujuan untuk mempercantik diri agar menarik perhatian orang lain, hukum veener gigi dilarang karena dinilai sebagai perbuatan tabarruj(berhias) yang mana tabarruj dalam Islam dilarang.

Melepaskan veneer gigi harus menggunakan alat, dan sudah jelas membuat si mayit tersakiti, dalam Islam, jenazah muslim wajib diperlakukan layaknya orang hidup, tidak boleh dikerasi, tidak boleh dilukai, atau diambil bagian tubuhnya, apalagi dipatahkan tulangnya.

Dari Aisyah ra, Rasulullah Saw bersabda,

كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّا

”Mematahkan tulang mayit, statusnya sama dengan mematahkan tulangnya ketika masih hidup.” (HR. Abu Daud 3207, Ibnu Majah 1616, dan yang lainnya).

”Bagian prinsip penting dalam syariat, kehormatan seorang muslim ketika sudah mati, statusnya sama dengan kehormatannya ketika masih hidup. Karena itu, tidak boleh dilanggar kehormatannya.” (Fatawa Syabakah islamiyah, no. 12511)

Para ulama menegaskan bahwa tidak wajib mengambil benda asing yang ada pada tubuh mayit. Makna tidak wajib, keberadaan barang itu di tubuh mayit, tidak memberikan dampak apapun bagi si mayit. Keberadaan benda itu, tidaklah menyebabkan si mayit menjadi tertahan amalnya atau dia tidak tenang, atau keyakinan semacamnya.

Selayaknya dulu ngetren taflij asnan (mengikir sela-sela gigi sehingga kelihatan lebih renggang).

Dari Ibnu Mas’ud ra,

لَعَنَ اللَّهُ الوَاشِمَاتِ وَالمُتَوَشِّمَاتِ وَالمُتَنَمِّصَاتِ وَالمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ المُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencukur bulu alis, dan yang mengikir gigi agar lebih cantik, yang telah mengubah ciptaan Allah. (HR. Bukhari 4886 & Muslim 5695).

Ulama sepakat melakukan taflij al-Asnan dengan tujuan untuk kecantikan, hukumnya haram. Baik pelaku maupun pelanggannya.

Bagaimana dengan gigi palsu? Ketika meninggal ada beberapa ketentuan yang berlaku bagi yang memiliki gigi palsu.

Ibnu Qudamah berkata:

قَالَ أَحْمَدُ، فِي الْمَيِّتِ تَكُونُ أَسْنَانُهُ مَرْبُوطَةً بِذَهَبٍ: إنْ قَدَرَ عَلَى نَزْعِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَسْقُطَ بَعْضُ أَسْنَانِهِ نَزَعَهُ، وَإِنْ خَافَ أَنْ يَسْقُطَ بَعْضُهَا تَرَكَهُ

“Imam Ahmad berkata perihal jenazah yang giginya diikat oleh emas: Jika dimungkinkan untuk mencopot/menanggalkannya tanpa mengakibatkan tercopotnya gigi-gigi yang lain, maka hendaklah dicopot, dan apabila ditakutkan akan membuat gigi-gigi yang lain copot maka dibiarkan.” (Al-Mughni: 2/404)

Kenapa pemakaian gigi palsu dari emas, harus ditanggalkan? Karena jika tidak maka akan berdampak kepada dua kerusakan: pertama menyia-nyiakan harta, kedua menghilangkan hak ahli warisnya terhadap harta tersebut, akan tetapi jika dalam menanggalkan gigi tersebut berdampak pada menyakiti jenazah seperti copotnya gigi-gigi yang lain atau gusi di sekitarnya akibat mencopot gigi palsu tersebut, maka tidak mengapa gigi tersebut tetap di tempatnya (tidak dicopot) (Fatawa Nuur ‘alad Darbi: 9/2).

Jadi harus tapike pue tujuan dari tapebuet koen untuk show of ikut trend, tetapi karena na alasan kesehatan. Wallahu a’lam bis shawab…

Ustadzah Answered on January 17, 2022.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.