Mengapa Saya Dilahirkan Tidak Berguna?

Answered

Assalamualaikum Ustadzah,

Kenapa ya aku dilahirkan dan diturunkan kedunia sedangkan aku sndiri tidak tahu tujuannya apa.

Jka dulu disuruh memilihpun dan disuruh ngerasain pas kehidupan dibawahpun nggak mau.

Kenapa dihidupkan tapi kayak-kayak aku nggak berguna, nggak dianggap berguna sama orang-orang.

Asked on May 15, 2020 in Umum.
Add Comment
1 Answer(s)
Best answer

Wa’alaikum salam wr.wb
Ma sya Allah adinda, tidak ada selembar daun pun yang terjatuh ke bumi tanpa alasan dan semua punya hikmah.
Kita diciptakan Allah Swt sebagai pemenang di antara ratusan ribu sperma yang berjuang. Selamat! anda adalah pemenang di antara banyak sperma yang lain. Kenapa kita tidak berguna? Karena kita tidak mengenal diri sendiri dan mengenal Allah. Bagaimana cara mengenal Allah? Harus punya ilmu, yang paling mendasar untuk memiliki ilmu adalah membaca kata Allah, dan harus berguru.
Orang memandang kita hina, karena kita tidak punya kekuatan dari diri kita, yang bahwa kita sangat berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Saya yakin, anda sangat berguna dan menjadi hebat, ketika anda percaya diri, menggali ilmu dan siap untuk berubah. Jangan fokus dengan apa kata orang, karena ketika kita bersandar pada manusia, kita akan rapuh dan mengecewakan.

Banyak sekali ayat Al Quran yang membahas kenapa kita diciptakan, Allah Swt berfirman:
“Maka apakah kalian mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian secara main-main dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu`minun: 115)

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (Al-Qiyamah: 36)

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah.” (Shad: 27)

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.” (Ad-Dukhan: 38)
Dari ayat-ayat di atas sungguh sangat jelas bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini dan yang ada di langit serta apa yang ada di antara keduanya tidak ada yang sia-sia. Lalu untuk siapakah semuanya itu?
Mari kita melihat keterangan Allah di dalam Al Qur`an:

“Dialah yang telah menjadikan bumi terhampar buat kalian dan langit sebagai atap dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untuk kalian, karena itu janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kalian mengetahuinya.” (Al-Baqarah: 22)

“Dia Allah yang telah menjadikan segala apa yang di bumi untuk kalian.” (Al-Baqarah: 29)

“Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kalian tempat menetap dan langit sebagai atap, lalu membentuk kalian, membaguskan rupa kalian serta memberi kalian rizki dari sebagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Rabbmu, Maha Agung Allah, Rabb semesta alam.” (Al-Mu`min: 64)

Allah menciptakan segala apa yang ada di atas bumi buat kalian sebagai wujud kebaikan Allah Swt bagi kalian dan rahmat-Nya agar kalian juga bisa mengambil manfaat darinya, bersenang-senang dan bisa menggali apa yang ada padanya. Dan Allah menciptakan semuanya agar manfaatnya kembali kepada kita.
Sungguh sangat jelas bahwa semua apa yang ada di langit dan di bumi dipersiapkan untuk manusia seluruhnya. Maha Dermawan Allah Swt terhadap hamba-Nya dan Maha Luas rahmat-Nya.
Dari keterangan di atas, berarti manusia diciptakan oleh Allah Swt dengan dipersiapkan baginya segala kenikmatan, tentu ini memiliki tujuan yang agung dan mulia. Lalu untuk apakah tujuan mereka diciptakan?

Tujuan Diciptakan Manusia
Manusia dengan segala nikmat yang diberikan Allah Swt memiliki kedudukan yang tinggi di hadapan makhluk yang lain. Tentu hal ini menunjukkan bahwa mereka diciptakan untuk satu tujuan yang mulia, agung, dan besar. Tujuan inilah yang telah disebutkan oleh Allah Swt di dalam Al Qur`an:

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Itulah tujuan Allah menciptakan jin dan manusia, dan Allah mengutus seluruh para rasul untuk menyeru menuju tujuan ini yaitu ibadah yang mencakup di dalamnya pengetahuan tentang Allah dan mencintai-Nya, bertaubat kepada-Nya, menghadap dengan segala yang dimilikinya kepada-Nya dan berpaling dari selain-Nya.
Semua nikmat yang diberikan oleh Allah kepada manusia tidak lain hanya untuk membantu mereka dalam mewujudkan tugas dan tujuan yang mulia ini.
Kita harus beriman dengan qadha dan qadarnya Allah, tidak ada yang sia-sia dari ciptaanNya, melainkan semuanya ada tujuan, namun kita senantiasa diuji, dan ujian itu sebagai proses kita naik kelas menuju maqam yang lebih tinggi.
Wallahu a’lam semoga bermanfaat

Ustadzah Answered on May 15, 2020.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.