Menyesal Mutusin Pacar, Apakah Karma?

Assalamualaikum ustadz.
Saya seorang perempuan, saya ingin bertanya !

Dulu pas kls 2 SMP saya sempet pacaran sama seorang laki². Tapi 3bln kemudian saya mutusin dia, karena ada keadaan yang memaksa saya untuk putus sama dia. Dan sempet juga dia ngajak balikan, saya rasa ini sudah cukup. Seiring berjalannya waktu saya mulai lupa sama dia, tiba² satu tahun kemudian ketika masuk SMK saya jadi inget dia, bahkan saya berpikir dulu saya ninggalin dia karena saya butuh ruang istirahat dari cinta yang rumit itu dan saya pikir saya ga bisa move on dari dia, bahkan sampe sekarang saya udh keluar sekolah dan sudah bekerja. Sekarang saya merasa menyesal selama bertahun², dan kita sampe sekarang jadi temenan, karena dia sudah berpaling dari saya. Dan bertahun² lalu putus dari dia sampe sekarang saya masih jomblo, bahkan saya gamau kalau ada org lain yang ngajak pacaran.

Jadi tolong penjelasannya ustadz apakah saya mendapat karma ? Atau ini adalah ciri kasih sayang Allah kepada saya ?

Asked on June 3, 2020 in Remaja.
Add Comment
1 Answer(s)

Wa’alaikum salam wr wb
Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillah keputusan adinda sudah sangat benar, cuma perlu menata hati, dan harus bisa berpikir realistis, bahwa yang bukan milik kita, tidak akan pernah menjadi milik kita. Tugas adinda buka diri untuk siap menerima yang halal sesuai dengan ketentuanNya dan istikhararahlah.

Hati kita akan menjadi tenang, ketika hidup kita serahkan pada Sang Pemilik kita. Seperti kata Umar bin Khattab: “Hatiku tenang mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang menjadi takdirku tidak akan melewatkanku.

Dan yang dikatakan Imam Ghazali: “Segala sesuatu yang ditakdirkan untukmu akan sampai kepadamu meskipun jaraknya denganmu sejauh antara dua gunung. Dan segala sesuatu yang tidak ditakdirkan untukmu tak akan sampai kepadamu meskipun jaraknya denganmu sedekat antara dua bibir.

Sungguh menakjubkan permasalahan orang mukmin, tidak pernah berlarut dalam masalah, diuji bershabar, diberi nikmat bersyukur. Diberi ujian dijadikannya sebagai landasan saya harus hebat di hadapan Allah. Ujian itu proses seleksi. Kesulitan merupakan tantangan, seleksi siapa yang paling layak. Kesulitan garis pembeda. Mana emas mana loyang, mana kawan mana lawan, mana sahabat mana pengkhianat.

Sudah jelas, apa yang terjadi dengan adinda itu merupakan seleksi alam, Allah sudah jelas menampakkan kalau laki itu bukan yang terbaik, kalau dia laki yang baik untuk adinda, dia akan datang untuk menemui orang tua, bukan mengajak pacaran. Dan dia juga tidak mencintai, karena tidak pernah memperjuangkan cintanya menuju waktu bisa halal. Adinda berpegang saja pada kata, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik, dan bisa juga dia akan datang pada waktu yang tepat nantinya, tugas kita sekarang, memantaskan diri untuk mendapatkan lelaki yang baik menurut Allah.

Adinda di atas menyinggung masalah pacaran, Namun yang perlu diketahui bersama, hukum pacaran dalam islam merupakan hal terlarang dan haram. Karena pacaran adalah pintu yang sangat dekat dengan perzinaan. Efek dari pacaran ini pun banyak mudharatnya, bahkan sering terjadi kecelakaan, hamil di luar nikah. Namun yang sangat disayangkan, banyak orang tua yang menerima pacarn atau bahkan ada yang meminta anaknya untuk pacaran, khawatir anaknya tidak ada yang mau. Allah berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا ﴿٣٢﴾

“Dan janganlah kamu mendeka isi zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Allahpun meminta para laki-laki untuk menjaga pandangannya:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُُ َّ َ َّ َّ َّ َّ َّ َّ َّ َّ
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan menjaga kehormatannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka.” (QS. An-Nur: 30)

Hal ini juga yang diperintahkan Allah kepada kaum hawa:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menjaga pandangannya, dan menjaga kehormatannya…”(QS. An-Nur: 31)

Kemudian orang yang berpacaran pasti ada waktu untuk berdua-duaan. Sementara berdua-duaan tanpa mahram merupakan hal yang tidak diizinkan.

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُو مَحْرَم

“Dilarang keras bagi laki-laki dan perempuan berduaan tanpa mahram.”  ” (HR. Al-Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341)

Apalagi kalau sudah saling memegang. Hal ini sangat terlarang. Nabi menyatakan, orang yang ditusuk dengan jarum besi lebih baik dari pada bersentuhan dengan lawan jenis non mahram.

لأن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له

“Seorang pria yang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (Shahih Al-Jami ‘no. 5045)

Jika kita menyetujui sesuai drngan yang di atas, maka pacaran merupakan hal yang terlarang, haram untuk dikerjakan.

Ustadzah Answered on June 3, 2020.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.