Pernah Mengambil Uang Diam-diam, Bagaimana Membayarnya?

Assalamualaikum warahmatullah, dulu aku kerja di satu perusahaan sebagai ADM waktu itu aku bangun rumah,kekurangan uang dan akhir nya saya pakai uang kantor secara diam2,

nah sekarang Alhamdulilah saya punya rejeki dan mau bayar uang tersebut ke rekening bos langsung tanpa sepengetahuan nya, dan yang saya mau tanyakan, apakah saya berdosa/sah membayar uang dengan cara langsung mengirim ke rekening bos, masalah nya dulu saya pakai uang tersebut si bos nya gak tau, sedangkan saya sekarang sudah tidak bekerja di perusahaan itu lagi, Mohon solusi dan penjelasan nya pa ustadz,

Terimakasih

Asked on January 3, 2021 in Muamalat.
Add Comment
1 Answer(s)

Wa’alaikum salam wr.wb
Bismillah…
Hukum mengambil hak milik orang lain tanpa sepengetahuan adalah dosa besar dan dilarang dalam Agama dan negara. Allah berfirman:

“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagaian dari pada harta benda orang itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. ” (QS. Al- Baqarah: 188)

Tidak boleh mengambil hak orang lain, jika ingin mengambil barang atau sesuatu milik orang lain hendaklah meminta pada pemiliknya. Mengambil tanpa sepengetahuan pemiliknya tersebut adalah dosa besar.

Perbuatan mengambil tanpa sepengetahuan termasuk ghasab, karena yang dimaksud ghasab secara definitive adalah mengambil manfaat suatu barang tanpa izin dari pemilik barang.

Bagaimana jika kita sudah terlanjur mengambil? Segera bertaubat, dikembalikan dan meminta maaf pada pemiliknya. Kalau ada rasa malu, minta maaf secara umum saja dan tidak perlu dijelaskan, Allah Maha menutup aib hambaNya. Meminta maaf harus dilakukan, karena urusan dengan hamba harus diselesaikan dengan hamba yang bersangkutan.

Namun jika berupa barang yang diambil, dan barang tersebut telah mengalami kerusakan sebab pemakaian, maka hukumnya wajib mengganti sesuai kondisi barang saat diambil. Ini berdasarkan hadist Nabi Muhammad Saw yang terdapat dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab (Hal 227 Juz 14 versi Maktabah Syamilah),

Janganlah diantara kalian mengambil barang milik saudaranya, baik secara main-main atau sungguh-sungguh. Apabila salah satu dari kalian mengambil tongkat milik saudaranya maka hendaklah ia mengembalikannya.

Alhamdulillah Allah masih memberikan umur panjang hingga bisa melunasi apa yang sudah ambil. Diberikan rasa bersalah dan mau mengembalikan adalah anugerah termahal, perbanyak bersyukur, jangan memgurangi angka bayaran, tapi lebihkan kalau bisa, karena nilainya sudah tidak sama seperti waktu saudara kembalikan, uang tersebut sudah mengalami pengurangan nilai mengikut masa.

Semoga kita menjadi hamba yang selalu bersyukur atas pemberian-Nya dan tidak serakah atau selalu merasa kurang, serta berusaha mendekatkan diri kepada-Nya agar kita tidak terjerumus dalam sifat yang tercela.
Wallahu a’lam bis shawab

Ustadzah Answered on January 3, 2021.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.