Sikap Saat Suami Susah Disuruh Shalat

assalamualaikum ustadz/ustadzah.. saya pengen tanya nih. saya punya suami, saya sudah menikah 4th tapi belum mempunyai anak. suami saya orgnya baik banget, perhatian dll. tapi ada satu ganjalan di hati saya, suami saya susah sekali disuruh sholat. tidak ada kesadaran dari dirinya sendiri mengenai kewajiban sholat. kira-kira sikap apa yg bisa saya ambil ya ustadzah dalam situasi seperti ini ?
suami saya memang dari keluarga beda agama tadz. papa nya islam dan mamanya Non muslim. adik-adiknya Non muslim semua. dari kecil tidak ditanamkan kewajiban untuk sholat. jd mungkin itu penyebabnya.
Asked on May 4, 2020 in Nikah.
Add Comment
1 Answer(s)

Wa’alaikum salam wr wb. Alhamdulillah bunda sholehah punya semangat yang besar untuk mengajak suami menjalankan syariat Allah. Setiap kita pasti ingin berkeluarga bukan hanya sebatas di dunia namun juga bisa bergadeng tangan memasuki surga.

Menurut saya mungkin karena latar belakang suami bunda dari keluarga yang berbeda agama sehingga pemahaman beliau tentang islam masih kurang. Disinilah ladang amal bunda untuk mengajak beliau belajar islam lagi bersama-sama. Bunda bisa Menjadi teladan dalam melaksanakan amal sholeh, karena melaksanakan (mencontohkan) jauh lebih efektif dari pada menyuruh/memerintahkan.

Bagaimanapun suami adalah qawwam/pemimpin yang mempunyai izzah/harga diri. Jadi dalam mengajak beramal sholeh jangan sampai merasa lebih baik dan nada memerintah. Dalam hal shalat misalnya, dengan melihat bunda selalu menjaga shalat tepat waktu dan mengajak beliau utk shalat bersama dengan suara yang lembut. Beliau mungkin akan tergerak hatinya.

Hati kita milik Allah, maka bangunlah hubungan dekat dengan Allah lewat amal-amal sholeh bunda dan senatiasa berdo’a kepada Allah agar membukakan hati suami agar tergerak untuk beribadah.

Ada baiknya bunda dan suami punya waktu khusus belajar islam lewat kajian dengan seorang Ustaz. Jadi akan menambah pemahaman berislam agar lebih baik lagi. Jadi beliau paham bahwa keislaman seseorang dapat dilihat dari shalatnya. Jika shalatnya benar maka seluruh hidupnya akan benar. Dan dapat menjadi penolong bagi dirinya. Sebagaimana firman Allah Albaqarah:45

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Artinya: “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Semoga Allah kuatkan kesabaran Bunda dalam mengajak suami untuk shalat.

Ustadzah Answered on May 4, 2020.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.