Sudah 20 Tahun Tidak Satu Atap, Bagaimana Status Pernikahannya?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, saya mau bertanya min apabila suami istri sudah tidak satu atap lagi selama hampir 20 tahun padahal statusnya masih sah dimata hukum. Bagaimana menurut islam? syukron saya tunggu jawabannya🙂

Asked on April 28, 2020 in Nikah.
Add Comment
1 Answer(s)

Wa’alaikum salam wr wb
Bismillah,
Sudah lama berpisah tidak otomatis terjadi talak, karena talak termasuk akad lazim, yang sah jika dijatuhkan oleh pihak suami. Karena itu tidak ada istilah talak otomatis, baik karena suami istri berpisah lama untuk bekerja, atau karena sudah tidak cinta, atau sebab lainnya. Selama suami tidak mengucapkan kata talak, cerai, pegat, atau ucapan semacamnya, maka tidak ada talak.

Seorang wanita berstatus ditalak apabila suami menjatuhkan talak kepadanya, ketika menjatuhkan talak, suami sehat akal, tidak dipaksa, tidak gila, tidak mabuk, atau semacamnya, Istrinya sedang suci (tidak sedang haid) dan belum digauli, atau sedang hamil, atau sudah menapause.
Tapi kalau pernah mengikratkan atau membaca ta’liq nikah nikah seperti yang tertulis di buku nikah, maka jatuh talaknya.
Dalam fikih sunnah disebutkan:
Istri dibolehkan untuk gugat cerai ketika ditinggal oleh suaminya, meskipun suami telah memberikan nafkah untuknya, dengan syarat:
– Kepergian suami meninggalkan istri tanpa udzur yang bisa diterima
– Adanya madharat yang memberatkan istri karena kepergian suami.
– Kepergian suami ke luar daerah yang ditinggali istri
– Telah berlalu selama setahun sehingga menyebabkan istri tersiksa.

Demikian pula, istri berhak gugat cerai karena madharat (keadaan memberatkan) yang dialami istri, disebabkan keberadaan suami yang jauh. Dan kondisi memberatkan istri harus dilalui selama setahun, yang membuat dia sangat sedih, dan khawatir dirinya akan terjerumus ke dalam apa yang Allah haramkan. Dan ukuran satu tahun merupakan pendapat Imam Malik. (Fikih Sunah, Sayid Sabiq, 2/291 – 292).

Namun jika istri ridha berpisah jauh dengan suami dalam kurun waktu lama, dan dia sanggup bersabar untuk tidak melakukan gugat cerai, insyaaAllah akan menjadi pahala bagi sang istri.
Wallahu a’lam

Ustadzah Answered on May 3, 2020.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.