Tentang Pembubaran Pengajian Golongan Tertentu

Answered

Assalamualaikum Ustadz, baru-baru ini dikampung halaman saya terjadi pembubaran pengajian kelompok tertentu yang diisi oleh salah seorang ustadz terkenal yang kurang diterima di wilayah kami. kami sedih terjadi perpecahan ditengah umat. Padahal acara tidak direkomendasikan oleh kepolisian karena ditentang masyarakat sekitar, surat dari masyarakat sekitar juga tidak digubris sehingga panitia tetap memaksakan diri untuk mengadakan acara. bukan hanya sekali ini pihak panitia mendatangkan ustadz-ustadz yang bertentangan dengan masyarakat sekitar

saya ingin bertanya,
1. apakah perbuatan masyarakat yang membubarkan dapat dibenarkan karena sudah memperingatkan?

2. bagaimana seharusnya pihak panitia bersikap dalam hal ini?

3. bagaimana solusi agar pertikaian Golongan Ini dan Golongan itu bisa mereda? apakah sebaiknya pemerintah mengatur saja yang boleh diterapkan atau diajarkan disuatu wilayah hanya madzhab atau manhaj tertentu?

Syukran jzk.

Asked on June 16, 2019 in Akhlak,   Umum.
Add Comment
1 Answer(s)
Best answer

1. Membubarkan Pengajian

Memang rasanya kurang enak didengar kalau sampai ada pengajian yang dibubarkan. Kesannya jadi kurang simpatik dan memalukan.

Tapi memang tidak ada asap kalau tidak ada api. Kenapa sampai terjadi pembubaran, mestinya ada penyebabnya. Karena pada dasarnya kalau pengajiannya biasa-biasa saja, tidak mungkin ada penentangan.

Justru yang perlu diperhatikan kenapa sampai ada resistensi, apakah materinya menyinggung pihak tertentu, atau mungkin bertentangan dengan apa yang dianut di suatu tempat. Tentu kita harus hati-hati dalam menengahi.

Prinsipnya seperti mancing ikan, biar dapat ikannya, tapi airnya tidak keruh. Jangan sampai terbalik, airnya keruh tapi ikannya malah tidak dapat.

Tentu dibutuhkan kedewasaan dari semua pihak. Tidak perlu memaksakan hal-hal yang sekiranya memancing reaksi masyarakat yang tidak kita inginkan.

Pembubaran tidak perlu ada kalau semua pihak mau saling terbuka dan lancar berkomunikasi. Kadang kita perlu kedewasaan yang lebih dalam menangani hal ini.

2. Yang Sebaiknya Dilakukan

Pihak penyelenggara suatu pengajian tentu akan mendapat pujian dan tempat di hati masyarakat apabila bisa menyesuaikan diri dengan realitas masyarakat. Tidak perlu terlalu mudah untuk menyalahkan, apalagi merasa paling benar sendiri.

Akan jauh lebih baik kalau pengajian tidak membenarkan yang satu tapi sambil menyalahkan yang lain. Sebagaimana yang pernah Penulis alami langsung sewaktu kuliah di Fakultas Syariah jurusan Perbandingan Mazhab, bahwa semua pendapat itu pastinya punya hujjah dan argumentasi masing-masing.

Tugas kita hanya memberi perbandingan, bukan untuk menghakimi.

Karena perbedaan pendapat di kalangan ulama itu tidak mungkin dihindari, selalu pasti ada. Tidak bijak kalau suatu pengajian melakukan ‘pengadilan’ sepihak.

Yang baik adalah menyampaikan amanah secara ilmiyah, sambil menyampaikan semua pendapat yang ada. Lalu pilihannya diserahkan kepada jamaah.

Atau cara lain boleh juga disampai satu pendapat, dengan merujukkan siapa yang punya pendapat itu. Namun secara bijak boleh disampaikan bahwa mungkin di luar ada pendapat lain yang berbeda.

3. Solusi

Seharusnya pengurus masjid saja cukup mengatur dan memanej pergiliran pengajian.

Kalau bisa dipisahkan saja masjidnya. Masjid yang ada di kalangan kelompok A, sebaiknya cukup diramaikan oleh peserta dari kelompok yang sama. Kelompok B sebaiknya tidak usah masuk ke masjid tersebut. Toh masih banyak masjid yang lain yang sekiranya bisa menerima aspirasi.

Dan hal yang sama juga berlaku sebaliknya. Tidak perlu ada semacam perebutan masjid antar sesama kelompok umat Islam sendiri.

Di negeri kita ada banyak masjid yang masyarakatnya masih agak sensitif dengan hal-hal yang asing. Maka sebaiknya jangan dipaksakan kalau tidak mau sampai ada pertikaian.

Memang sebagian masjid di perkotaan masyarakatnya dinamis dan siap menerima perbedaan. Tapi tetap saja tidak bisa digeneralisir.

Dalam hal ini kalau perlu pemerintah bisa menjadi penengah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

wassaalam

Ustadz Answered on June 16, 2019.
Add Comment

Your Answer

By posting your answer, you agree to the privacy policy and terms of service.